Senin, 05 November 2012

Trend Positif Pengobatan Herbal di Dunia Medis

Indonesia memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatan obat tradisional baik manfaat klinis maupun ekonomi. Setidaknya terdapat sekitar 40 ribu jenis tumbuhan di Indonesia, namun dari jumlah tersebut baru sekitar seribu jenis  tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat.  Menurut WHO, negara-negara di Asia, Afrika, dan Amerika Latin menggunakan  obat herbal sebagai pelengkap pengobatan primer.

Bahkan di Afrika, sebanyak 80% dari penduduknya menggunakan  obat herbal  untuk pengobatan primer. Faktor pendorong terjadinya peningkatan penggunaan obat herbal di negara maju adalah usia harapan hidup yang lebih panjang serta adanya kegagalan penggunaan obat modern untuk penyakit tertentu.

Pemakaian obat tradisional mempunyai beberapa tujuan,  antara lain untuk memelihara kesehatan dan menjaga kebugaran jasmani (promotif), untuk mencegah penyakit (preventif), sebagai upaya untuk pengobatan sendiri maupun orang lain (kuratif) dan untuk memulihkan kesehatan (rehabilitatif).
Dengan adanya kecenderungan kembali ke alam, minat para tenaga kesehatan dan masyarakat teradap pengobatan herbal semakin besar. Namun sayangnya pengetahuan tentang pengobatan tradisional masih terbatas termasuk pengobatan penyakit tertentu menggunakan tanaman obat.

Hal tersebut merupakan inti materi yang disampaikan dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UM Magelang. 

Seminar diadakan bertujuan sebagai supaya mahasiswa nantinya dapat menjadi tenaga kesehatan yang akan memperdalam penelitian-penelitian tentang penggunaan herbal sebagai pengobatan, mengadakan seminar nasional  dengan tema  “Pemanfaatan Natural Resources dalam Dunia Medis” pada hari Senin, 2 Juli 2012. 

Acara yang diadakan di Borobudur International Golf itu menghadirkan dua pemateri yakni Prof.Dr.dr. Ling Jiang Hong (ahli Traditional Chinese Medicine dari Guangxi Medical University, China) dan Dr. rer.nat. Endang Darmawan, M.Si, Apt (ahli farmasi dan Dosen  UAD Yogyakarta).

Wakil Rektor II UM Magelang, Drs. Muljono, MM dalam sambutannya mengatakan pemanfaatan natural resource menjadi sangat penting di era sekarang ini. 

Di Indonesia sebagai negara tropis banyak sekali tumbuhan alami yang bisa dijadikan sebagai obat. “Jenis tumbuhan dan ragam yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa”, tambahnya. Seiring dengan mahalnya obat-obatan primer, masyarakat kembali lagi memilih pengobatan tradisional yang harganya bisa terjangkau.

Namun juga tidak lepas munculnya permasalahan dalam mengkonsumsi pengobatan alami. “Masyarakat awam tidak tahu komposisi dan dosis obat tradisional, jadi dikhawatirkan bukan mengobati tapi justru menjadi racun”, ujar Muljono.

Dalam seminar yang diikuti oleh praktisi kesehatan, akademisi dan mahasiswa tersebut Prof. Ling memaparkan tentang Traditional Chinese Medicine (TCM) yang bersumber dari filosofi China. Hingga saat ini Cina selama ini dikenal sebagai negara yang menghasilkan obat tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit yang kronis sekalipun.

TCM dikembangkan untuk menghadapi abad 21 dimana era globalisasi pengetahuan, ekonomi pasar bebas, kerjasama internasional.  Pengetahuan tentang TCM didasari pada pemikiran antara lain TCM akan menjadi pengetahuan tentang kesehatan, TCM akan menjadi standar kesehatan modern, mengkombinasikan pengobatan  China dan Barat dalam kemajuan pengetahuan pengobatan modern.

Dalam metode penyembuhan tumor misalnya, TCM dapat mereduksi efek samping dari radioterapi dan kemoterapi  harus dijalani oleh pasien. TCM telah merambah lebih dari 160 negara di dunia.Lebih dari 10 negara yang mendukung TCM ke dalam asuransi kesehatan mereka. 

Sementara pembicara lainnya yakni Dr. Endang Darmawan mengungkapkan tentang Evidence Based Obat Tradisional. Di masyarakat saat ini telah timbul stigma bahwa obat tradisional merupakan salah satu alternatif  ampuh untuk mengatasi penyakit yang tidak dapat disembuhkan secara medis.

Sebagai contoh penggunaan kopi dan teh hijau yang sedang marak di pasaran. Kopi diindikasikam memiliki khasiat untuk menigkatkan performasi, menurunkan Parkinson dan mencegah kanker rectal. Teh hijau juga dapat mencegah kanker, menurunkan kolesterol dan mencegah penyakit liver.

Namun demikian bila penggunaannya tidak tepat malah akan membahayakan pada orang yang mengkonsumsinya. Sebagai contoh sebanyak 3149 wanita hamil mengalami keguguruan diakibatkan konsumsi teh hijau secara berlebihan.

Pengobatan herbal sekarang menjadi trend tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Cina. Diharapkan penggunaan obat herbal ini akan meningkat sehingga pemerintah harus memberi standarisasi. Di Cina, regulasi pemerintah terhadap penggunaan TCM sudah cukup tinggi. 

Prof. Ling cukup yakin dengan penggunaan  obat herbal di negaranya terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, akan tetapi di Indonesia terbilang relatif, tidak bisa menganggap pengobatan herbal lebih baik dari pengobatan medis ataupun sebaliknya. (876fm.com)